Mengelola e-Faktur, retur, dan pembetulan
Retur dan pembetulan e-Faktur perlu disambungkan dengan dokumen komersial agar keputusan PPN dapat dijelaskan saat rekonsiliasi atau pemeriksaan.
Bedakan pembatalan, retur, dan pembetulan
Pembatalan, retur, dan pembetulan memiliki alasan dan jejak dokumen yang berbeda.
Sebelum mengubah faktur, tim perlu memastikan apakah transaksi benar-benar batal, ada barang kembali, atau hanya ada koreksi data dan nilai.
Pastikan lawan transaksi membaca versi yang sama
Perbedaan status faktur antara penjual dan pembeli dapat menciptakan selisih PPN masukan dan keluaran.
Komunikasi dengan lawan transaksi perlu terdokumentasi, terutama jika pembetulan dilakukan setelah periode pelaporan berjalan.
Simpan kronologi keputusan
Kronologi membantu menjelaskan mengapa faktur dibetulkan dan kapan dampaknya masuk ke SPT masa.
Tanpa kronologi, tim finance sering mengulang investigasi yang sama saat audit internal atau pemeriksaan pajak.
Penerapan terhadap Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
Gunakan bersama ketentuan faktur pajak dan dokumen komersial untuk membaca dampak pembetulan terhadap pelaporan PPN.
Buka regulasiLangkah berikutnya
Rapikan kronologi e-Faktur